Kamus

Ankilosis Gigi

By Tim Medis HaloGigi

09 Jul 2025

Daftar Isi
Ankilosis gigi terjadi saat gigi menempel langsung ke tulang rahang tanpa celah normal di antara keduanya. Kondisi ini membuat gigi sulit digerakkan dan tampak lebih rendah dari gigi sekitarnya.

Definisi Ankilosis gigi

Ankilosis gigi adalah kondisi medis pada rongga mulut di mana struktur akar gigi melebur langsung dengan tulang alveolar, tanpa adanya ruang ligamen periodontal yang normal.

Akibat fusi ini, gigi menjadi tidak bisa bergerak secara fisiologis dan tampak “tertanam” di dalam gusi. Kondisi ini lebih sering terjadi pada gigi sulung anak-anak, tetapi juga bisa terjadi pada gigi permanen, terutama pascatrauma.

Penyebab Umum Ankilosis Gigi

Ankilosis gigi umumnya terjadi akibat:

  • Trauma gigi, seperti avulsi (tercabut), luxasi (pergeseran), atau replanted tooth (penanaman ulang).

  • Resorpsi penggantian (replacement resorption), yakni kondisi ketika akar gigi rusak dan secara bertahap digantikan oleh tulang.

  • Gangguan pertumbuhan, kelainan genetik, atau proses inflamasi lokal yang merusak sel-sel ligamen periodontal.

  • Riwayat gigi yang terinfeksi, gigi tidak tumbuh sempurna, atau paparan tekanan ortodontik ekstrem.

Gejala Klinis Ankilosis Gigi

Tanda dan gejala ankilosis gigi antara lain:

  • Infraoklusi: gigi tampak lebih pendek karena tidak tumbuh sejajar dengan gigi lain.

  • Tidak adanya mobilitas gigi, bahkan saat gigi lain bisa digerakkan.

  • Bunyi logam saat diketuk (perkusi).

  • Maloklusi atau pergeseran posisi gigi sebelahnya.

  • Dalam jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan estetik dan ketidakseimbangan oklusi.

Diagnosis Ankilosis Gigi

Diagnosis ankilosis dilakukan melalui:

  • Pemeriksaan klinis:

    • Gigi tidak mobile.

    • Bunyi logam saat diketuk (metallic percussion).

  • Radiografi dental:

    • Tidak terlihatnya ruang ligamentum periodontal.

    • Penebalan struktur tulang di sekitar akar.

  • CBCT (Cone Beam Computed Tomography):

    • Metode paling akurat untuk mendeteksi fusi akar dan tulang.

Jenis-Jenis Ankilosis Gigi

  1. Ankilosis Gigi Sulung (Deciduous)
    Sering terjadi pada usia 6–10 tahun, paling umum pada molar rahang bawah. Dapat menghambat pertumbuhan gigi permanen pengganti.

  2. Ankilosis Gigi Permanen
    Lebih jarang, seringkali merupakan komplikasi dari trauma gigi. Biasanya menyebabkan kebutuhan penanganan lebih kompleks.

  3. Resorpsi Penggantian (Replacement Resorption)
    Proses biologis di mana akar gigi digantikan sepenuhnya oleh jaringan tulang akibat hilangnya sel-sel ligamen periodontal.

Komplikasi Akibat Ankilosis Gigi

Jika tidak ditangani, ankilosis gigi dapat menyebabkan:

  • Gangguan pertumbuhan rahang pada anak.

  • Hilangnya ruang untuk gigi tetap karena gigi ankylosed tidak bergeser saat proses pergantian gigi.

  • Maloklusi dan asimetri wajah.

  • Kesulitan ortodontik bila dibutuhkan perawatan behel atau perataan gigi.

  • Resorpsi akar progresif yang menyebabkan kehilangan gigi permanen.

Gejala Klinis Ankilosis Gigi

Tanda dan gejala ankilosis gigi antara lain:

  • Infraoklusi: gigi tampak lebih pendek karena tidak tumbuh sejajar dengan gigi lain.

  • Tidak adanya mobilitas gigi, bahkan saat gigi lain bisa digerakkan.

  • Bunyi logam saat diketuk (perkusi).

  • Maloklusi atau pergeseran posisi gigi sebelahnya.

  • Dalam jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan estetik dan ketidakseimbangan oklusi.

Diagnosis Ankilosis Gigi

Diagnosis ankilosis dilakukan melalui:

  • Pemeriksaan klinis:

    • Gigi tidak mobile.

    • Bunyi logam saat diketuk (metallic percussion).

  • Radiografi dental:

    • Tidak terlihatnya ruang ligamentum periodontal.

    • Penebalan struktur tulang di sekitar akar.

  • CBCT (Cone Beam Computed Tomography):

    • Metode paling akurat untuk mendeteksi fusi akar dan tulang.

Jenis-Jenis Ankilosis Gigi

  1. Ankilosis Gigi Sulung (Deciduous)
    Sering terjadi pada usia 6–10 tahun, paling umum pada molar rahang bawah. Dapat menghambat pertumbuhan gigi permanen pengganti.

  2. Ankilosis Gigi Permanen
    Lebih jarang, seringkali merupakan komplikasi dari trauma gigi. Biasanya menyebabkan kebutuhan penanganan lebih kompleks.

  3. Resorpsi Penggantian (Replacement Resorption)
    Proses biologis di mana akar gigi digantikan sepenuhnya oleh jaringan tulang akibat hilangnya sel-sel ligamen periodontal.

Komplikasi Akibat Ankilosis Gigi

Jika tidak ditangani, ankilosis gigi dapat menyebabkan:

  • Gangguan pertumbuhan rahang pada anak.

  • Hilangnya ruang untuk gigi tetap karena gigi ankylosed tidak bergeser saat proses pergantian gigi.

  • Maloklusi dan asimetri wajah.

  • Kesulitan ortodontik bila dibutuhkan perawatan behel atau perataan gigi.

  • Resorpsi akar progresif yang menyebabkan kehilangan gigi permanen

Cara Penanganan Ankilosis Gigi

Pilihan pengobatan tergantung jenis gigi, usia pasien, dan tingkat keparahan:

  • Observasi: bila gigi sulung tidak mengganggu oklusi.

  • Crown Build-up: membangun kembali tinggi mahkota untuk mencegah hilangnya kontak oklusal.

  • Dekoronasi (decoronation): pengangkatan mahkota gigi untuk mempertahankan tinggi tulang alveolar.

  • Ekstraksi: untuk kasus yang tidak dapat direstorasi atau mengganggu pertumbuhan gigi tetap.

  • Distraction Osteogenesis / Osteotomi: prosedur lanjutan untuk koreksi posisi rahang pada kasus parah.

Perkiraan Orang Bisa Terkena Ankilosis Gigi

  • Prognosis cukup baik jika ditangani sejak dini, terutama pada anak-anak.

  • Penanganan dini membantu mencegah komplikasi ortodontik dan pertumbuhan rahang.

  • Ankilosis pada gigi permanen lebih sulit ditangani dan sering memerlukan pendekatan multidisiplin (dokter gigi anak, ortodontis, bedah mulut).

Referensi

  • OAText JournalsAnkylosed Permanent Teeth: Incidence, Etiology and Clinical Guidelines

  • EJDENTEtiology and Diagnostic Value of CBCT in Dental Ankylosis

  • Frontiers in Veterinary Science – Cellular mechanism of dental ankylosis in trauma

circle

Berlangganan Artikel Email kami untuk mendapatkan informasi terbaru.